Sabtu,
  • Publisher Reguler: 140
  • Publisher VIP: 321

Seruan Boikot Produk Prancis Meluas

PUBLISHER

Siti Fatimah

Kota: Depok

No.Hp: 087887002900

Seruan Boikot Produk Prancis Meluas
Tgl posting: 28-Oct-2020 12:36      Hits: 220
REPUBLIKA.CO.ID, KUWAIT--Seruan boikot produk-produk dari Prancis semakin meluas dengan populernya tagar #Boycottfranceproducts di Twitter. Seruan boikot ini dipicu atas pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang berjanji untuk tidak menyerahkan karikatur Nabi Muhammad SAW yang dibuat warga negaranya.
 
“Seluruh dunia Islam harus mengikuti Kuwait untuk memprotes Prancis dan serangan terbaru yang memalukan terhadap kepercayaan Muslim. #boycottfranceproducts #boycottfrance #MacronGoneMad, ” cuit salah seorang pengguna Twitter, Ansar Abbasi di akunnya seperti dilansir Khaleej Today, Ahad (25/10).
 
Muslim Prancis Dalam Unjuk Rasa
 
Di Kuwait, beberap postingan foro dipublikasikan di media sosial dan menunjukkan penarikan produk keju Prancis "Kiri" dan "Peppel" dari rak beberapa toko. Tercatat hingga kini, negara-negara seperti Turki, Iran, Yordania dan Kuwait telah mengutuk penerbitan karikatur Nabi Muhammad.
 
Organisasi Kerja Sama Islam juga mengecam pidato politik resmi yang dikeluarkan oleh beberapa pejabat Prancis dengan cara yang menyinggung hubungan Prancis-Islam dan memicu perasaan kebencian untuk keuntungan politik partisan.
 
Wakil Ketua Federasi Masyarakat Koperasi Kuwait, Khaled Al-Otaibi, mengatakan 60 koperasi telah mengumumkan pemboikotan produk Prancis dari 68 produk yang didistribusikan ke seluruh Kuwait.
 
"Kami telah memindahkan semua produk Prancis, yaitu keju, krim, dan kosmetik, dari rak koperasi dan mengembalikannya ke agen resmi merek-merek ini di Kuwait," katanya.
 
Kepala Travel Agencies Union, Muhammad Al-Mutairi juga mengatakan banyak perjalanan ke Prancis dihentikan sebagai respon karikatur nabi.
 
"Banyak agen perjalanan di Kuwait tidak lagi menyediakan layanan reservasi penerbangan ke Prancis atau reservasi hotel di sana karena gambar Nabi Muhammad yang menyinggung," ujarnya.
 
Seperti diketahui, Macron sebelumnya mengatakan seorang guru Prancis yang dipenggal kepalanya di awal bulan ini  dibunuh karena para orang-orang Islam ingin mengambil masa depan negaranya. Sementara guru yang meninggal, Samuel Paty, terbunuh setelah dia menunjukkan kartun Nabi Muhammad SAW selama kelas yang dia pimpin tentang kebebasan berbicara.
 
“Kami tidak akan melepaskan kartun, Islamis tidak akan pernah memiliki masa depan Prancis," kata Macron.
 
 



NEWS UPDATE

16-Jul-2021 14:33
Penerbitan NETGRAM.IN
Kamis, 17 Juli 2021 Networkerbook merilis produk baru yang bisa menjadi andalan dalam mengembangkan bisnis banyak orang.  Silahkan kunjungi websitenya di https://netgram.in/   Salam Sukses, Net.B  

Testimonial

Syamsul Aziz :
Platform yang Luar Biasa
" Platform baik untuk menunjang usaha dan menambah penghasilan tambahan Syamsul Aziz "

New Publisher

Total Publisher: 461